4

Berpikir Dahulu Sebelum Menjadi Orang kaya

Kalau kita bertanya kepada orang, apakah anda ingin menjadi orang kaya ?
Saya yakin 100% akan menjawab iya. Termasuk saya sendiri akan menjawab iya. Jawaban itu tidaklah salah karena setiap manusia memang diwajibkan untuk bekerja mencari nafkah terutama kaum laki-laki. Namun saya punya saran bagi anda yang ingin menjadi orang kaya yaitu sebagaimana judul artikel diatas “Berpikir Dahulu Sebelum Menjadi Orang Kaya“.

Kok mesti berpikir dahulu ? Jadi kaya kan enak, dan juga tidak melanggar hukum dan  ajaran agama apalagi salah seorang ulama Islam Almarhum K.H Zainuddin MZ dalam salah satu judul dakwahnya mengatakan bahwa sesungguhnya kemiskinan itu dekat pada ke khufuran. Terus buat apa kita berpikir dahulu sebelum menjadi orang kaya ?

Alasan kenapa kita harus berpikir dahulu sebelum menjadi orang kaya ada dua faktor.

  • Pertama yang logis dahulu, biasanya yg enak-enak itu ada efek sampingnya. Karena kaya itu adalah sesuatu yang enak maka waspadalah terhadap efek sampingnya apabila tidak di konsumsi sesuai dosis.
  • Kedua adalah berdasar pada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi Dan Bukhari muslim yang berbunyi :

Dari Abi Sa’ad dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Orang-orang fakir kaum muhajirin akan masuk surga 500th lebih dahulu sebelum orang-orang kaya dari mereka.”(HR.TIRMIDZI)

Hadis diatas adalah hadits Shahi, dikatakana bahwa sesungguhnya orang miskin itu masuk Syurga 500 Tahun lebih dulu dari pada orang kaya.

Salah satu penafsiran ulama mengatakan bahwa setelah di hizab nanti maka dikumpulkanlah secara terpisah orang kaya dan orang miskin lalu semua orang miskin dimasukkan kedalam syurga lebih dahulu dan setelah 500 tahun kemudian barulah giliran orang kaya masuk Syurga.
Apakah penafsiran ini benar ?
Allah swt lebih mengetahui,

Disisi lain ada pendapat yang mengatakan bahwa tidak mutlak semua orang kaya masuk syurga lebih belakangan karena tentu saja beradasar pada amal perbuatan masing-masing.

Yang di maksud penafsiran diatas hanyalah mengambil suatu perbandingan misalkan :

Si A adala orang kaya, Sedangkan Si B adalah orang miskin.

Setelah keduanya di hizab kita ambil perumpaan.

Si A :
Amalan Baik = 10
Amalan Buruk = 0

Si B :
Amalan Baik = 10
Amalan Buruk = 0

Antara Si A dan Si B memiliki kesamaan amalan baik dan buruk. Tapi karena Si A adalah orang kaya maka disinilah berlaku hukum diatas dimana Si B akan masuk syurga 500 tahun lebih dahulu daripada Si A.

Seandainya hasil Hizab nya seperti ini :

Si A :
Amalan Baik : 20
Amalan Buruk : 0

Si B :
Amalan Baik : 10
Amalan Baik : 0

Dengan perbandingan seperti diatas maka bisa saja antara Si A dan Si B masyuk syurga secara berasamaan.

Yang lebih buruk apabila hasil hizabnya seperti ini :

Si A :
Amalan Baik : 0
Amalan Buruk : 10

Si B :
Amalan Baik : 0
Amalan Buruk : 10

Apabila hasil hizap seperti diatas maka Si A akan lebih dahulu masuk neraka di banding Si B dan akan keluar dari neraka lebih belakangan di banding Si A.

(Ini hanyalah sebua perbandingan perumpamaan berdasar hadits karena Allah swt lebih mengetahui)

Menurut kemampuan berpikir saya sebagai manusia biasa cara penafsiran hadits yang kedua itu lebih tepat.
Karena Allah swt itu adalah Maha Adil, Sekali Maha Adil sampai kapan pun tetap Maha Adil.

Adil menurut pengertian saya sebagi manusia biasa bukanlah berarti harus sama, atau harus beda, bukan pula harus lebih banyak atau lebih sedikit, bukan pula harus diratakan.
Namun adil menurut saya adalah HARUS DISESUAIKAN.

Oleh karena itu pahami dan renungi sedalam-dalamnya bahwa harta kekayaan yang kita miliki sesuangguhnya adalah sebuah amanah dari Allah swt yang harus digunakan sebagaimana mestinya. Karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut.

Mungkin kita bisa saja berpikir begini “Tapi harta yang saya peroleh ini berasal dari hasil kerja keras saya, senadainya saya tdk kerja keras maka ini tidak akan ada”
Oke…mungkin itu ada benarnya, tapi kalau anda mengatakan itu mutlak dari hasil kerj keras anda maka perhatikan sekeliling anda dahulu,
Apakah anda sudah bekerja lebih keras dari Nelayan ?
Apakah anda sudah bekerja lebih keras dari Kulih bangunan ?
Apakah anda sudah berkerja lebih keras dari Petani ?

Kalau jawabannya belum berarti jangan pernah katakan bahwa harta yang anda miliki adalah hasil kerja keras anda semata.
Dibalik itu ada Allah swt yang memberikan pada anda yang seringkali tanpa anda sadari sebagaianana firman Allah SWT :

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.”(QS. Saba’: 36)

Kalau anda sudah memahami secara mendalam bahwa harta itu titipan Allah maka sedekahkanlah harta itu di Jalannya.

Kalau anda tidak siap untuk menggunakan harta itu di jalan Allah maka pesan saya janganlah menjadi orang kaya. Dan berpikirlah sebelum menjadi orang kaya.

Setelah membaca artikel diatas mudah-mudahan kita paham akan resiko menjadi orang kaya dan mampu bertanggung jawab pada Allah swt setelah menjadi orang kaya.

Bukan berarti kita haruus malas atau tidak berupaya mencari rezekii lagi karena bekerja dan mencari rezeki sekali lagi “itu adalah perintah Allah yang wajib bagi manusia”
Tidak melaksanakan perintah berarti berdosa.

Inilah kesempurnaan ajaran Islam, islam selalu memberi kita batasan-batasan sejauh mana kita bisa bergerak ketas dan kebawa, sejauh mana kita bergeser kekiri dan ke kanan. Islam tidak selalu menganjurkan kita keatas tidak pulah selalu kebawah.

Sekian,
Tulisan diatas sebagian besar y berdasarkan pendapat dan kemampuan berpikir saya sebagai manusia biasa yg tdk berilmu.
Apabila ada yang salah harap diluruskan.

Filed in: Headline, Opiniku

Recent Posts

Bookmark and Promote!

4 Responses to "Berpikir Dahulu Sebelum Menjadi Orang kaya"

  1. umrah haji says:

    Alhamdulillah tausiahnya mantap ustadz…..

  2. Admin says:

    Saya bukan ustadz, hanya manusia biasa yang selalu menggunakan pikiran sesuai logika.
    Jadi mungkin pendapat saya tidak sesuai dengan pendapat orang lain.

  3. reza says:

    Alhamdulillah bacanya nih om admin
    tapi ada sedikit yang mengusik logika saya
    judulnya…
    alangkah lebih baik jika berpikirlah jika kaya
    karena seringkali kita kebanyakan berfikir sebelum kaya, begitu kaya ga mikir lagi
    ga mikirin sedekah dan bagian dari anak yatim dari situ
    bagi mereka yang berpikir jika kaya, maka MasyaAllah uangnya akan mengalir ke majelis” Allah
    ke yatim piatu, sedekah dan lain”, sesungguhnya mereka yang kaya itu memakmurkan dan memudahkan ibadah bukan
    seperti sebuah riwayat yang menceritakan mahar Nabiyallah Rasulullah berupa 100 unta yang di konversikan senilai 1M….maka kaya adalah Sunah Rasul…setelah kaya wajib berfikir dan bertanggung jawab

    Itu sumbangan logika saya yang awam dan bukan siapa-siapa ini om admin

  4. ant says:

    kalo boleh tau, apa sebab musababnya turunya hadist tersebut (asbabul wurud) hadist yang orang miskin masuk 500 tahun lebih dulu itu? agar saya tidak memakan mentah2 hadist tersebut

Leave a Reply

Submit Comment

© 2016 Info Seputar Internet | Acai Berry Murah. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Redesain By chapila.